• Login
No Result
View All Result
Jumat, Juni 12, 2026
fakta.pro
  • Home
  • Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Kota Jambi
    • Tanjab Timur
    • Tebo
    • Batang Hari
    • Tanjab Barat
    • Muaro Jambi
    • Bungo
    • Kerinci
    • Sarolangun
    • Merangin
  • Nasional
  • Opini
  • Entertaiment
  • Politik
  • Sport
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Advertorial
www.fakta.pro
Home Opini

PENONAKTIFAN PENERIMA BANTUAN IURAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERLINDUNGAN SOSIAL MASYARAKAT

Februari 11, 2026
PENONAKTIFAN PENERIMA BANTUAN IURAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERLINDUNGAN SOSIAL MASYARAKAT
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Thomfi Loho, fakultas hukum universitas Jambi

fakta.pro – Penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan secara sepihak dan tanpa mekanisme koreksi yang jelas bukan sekadar persoalan teknis administratif. Kebijakan semacam ini berpotensi menjadi bentuk pengabaian terhadap kewajiban konstitusional negara dalam menjamin hak sosial warga negara, khususnya fakir miskin dan orang tidak mampu.
Konstitusi Republik Indonesia secara tegas meletakkan jaminan sosial sebagai hak fundamental. Pasal 28H ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas jaminan sosial. Lebih jauh, Pasal 34 ayat (1) dan ayat (2) menegaskan bahwa fakir miskin dipelihara oleh negara dan negara wajib mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat. Norma ini bersifat imperatif, bukan opsional. Negara tidak diberi ruang untuk menunda, apalagi mengabaikan, pelaksanaannya.
Namun dalam praktik, penonaktifan PBI seringkali dilakukan dengan dalih pembaruan data, efisiensi anggaran, atau penyesuaian kepesertaan. Pertanyaannya: apakah proses tersebut telah memenuhi prinsip akurasi, transparansi, dan akuntabilitas sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 5 Tahun 2016 tentang penerima bantuan iuran jaminan kesehatan.
Peraturan Menteri Sosial Nomor 76 Tahun 2015 tentang penerima bantuan iuran jaminan kesehatan menegaskan bahwa PBI diperuntukkan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu yang ditetapkan berdasarkan basis data terpadu. Sementara Permensos Nomor 5 Tahun 2016 mengatur secara jelas mekanisme verifikasi, validasi, perubahan, dan penghapusan data PBI. Artinya, setiap penonaktifan harus berbasis data yang sahih, melalui prosedur yang dapat diuji, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengajukan keberatan.
Apabila penonaktifan dilakukan tanpa pemberitahuan yang layak, tanpa uji kelayakan ulang yang objektif, dan tanpa mekanisme pengaduan yang efektif, maka tindakan tersebut bukan sekadar maladministrasi melainkan berpotensi menjadi pelanggaran hak konstitusional. Dalam konteks negara hukum (rechtsstaat), setiap kebijakan yang berdampak pada hak warga negara harus tunduk pada prinsip due process of law.
Selanjutnya kebijakan yang mengakibatkan kelompok miskin kehilangan akses layanan kesehatan secara tiba-tiba dapat dikualifikasikan sebagai bentuk pengurangan perlindungan sosial (social protection rollback). Ini bertentangan dengan semangat negara kesejahteraan yang menuntut perlindungan maksimal terhadap kelompok rentan, bukan justru mempersempit akses mereka.
Efisiensi fiskal memang penting. Validasi data juga diperlukan untuk memastikan tepat sasaran. Namun, efisiensi tidak boleh dijadikan alasan untuk mengorbankan hak dasar warga negara. Konstitusi tidak mengenal alasan pembatasan hak sosial karena kesalahan administratif negara.
Karena itu, pemerintah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penonaktifan PBI yang bermasalah. Setidaknya terdapat empat langkah mendesak yang harus dilakukan:
Audit transparan terhadap proses verifikasi dan validasi data PBI.
Pembukaan mekanisme keberatan dan pemulihan hak secara cepat dan mudah diakses.
Moratorium penonaktifan sepihak hingga sistem pengawasan dan koreksi berjalan efektif.
Penguatan pengawasan legislatif dan partisipasi publik dalam kebijakan jaminan sosial.
Negara tidak boleh menjadikan rakyat miskin sebagai korban ketidaktertiban data atau kelemahan tata kelola. Apabila penonaktifan PBI dilakukan tanpa kehati-hatian dan tanpa perlindungan prosedural yang memadai, maka yang sedang dipertaruhkan bukan hanya kepesertaan jaminan kesehatan melainkan kredibilitas negara dalam menjalankan amanat konstitusi.
Dalam negara hukum yang demokratis, hak atas jaminan sosial bukanlah privilese yang dapat dicabut sewaktu-waktu, melainkan hak konstitusional yang wajib dilindungi. Mengabaikannya berarti mengabaikan konstitusi itu sendiri.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Temui Menteri PKP, Gubernur Al Haris bersama Para Bupati/Wali Kota Perjuangkan Program Perumahan Rakyat

Temui Menteri PKP, Gubernur Al Haris bersama Para Bupati/Wali Kota Perjuangkan Program Perumahan Rakyat

4 bulan ago
Melihat Potensi Pariwisata Kota Makassar

Melihat Potensi Pariwisata Kota Makassar

2 tahun ago
Pengamat UIN STS Jambi Ingatkan Ancaman Banjir Bandang Jika PETI Ulu Sarolangun Dibiarkan

Pengamat UIN STS Jambi Ingatkan Ancaman Banjir Bandang Jika PETI Ulu Sarolangun Dibiarkan

5 bulan ago
Setahun Dillah -Muslimin Pimpin Tanjabtim, Apa Prestasinya ?

Setahun Dillah -Muslimin Pimpin Tanjabtim, Apa Prestasinya ?

3 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Advertorial
  • Batang Hari
  • Bungo
  • Business
  • Culture
  • Daerah
  • Entertaiment
  • Hukrim
  • Kerinci
  • Kesehatan
  • Kota Jambi
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Merangin
  • Muaro Jambi
  • Nasional
  • National
  • News
  • Opini
  • Opinion
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik
  • Provinsi Jambi
  • Sarolangun
  • Sport
  • Sports
  • Tanjab Barat
  • Tanjab Timur
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

2018 League Adver Advert Advertorial Balinese Culture Bali United Bank Jambi Batanghari Budget Travel Champions League Chopper Bike Dae Daer Daerah Doctor Terawan Ekonomi Hukrim Internasional Istana Negara Kota jambi Kuliner Life style Market Stories Muaro Jambi Nasional National Exam News Olahraga Opini Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Tanjab Barat Tanjabtim Tokoh Visit Bali Wisata
fakta.pro

© 2025 http://fakta.pro By.Group Arm

Navigate Site

  • Contact
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Kode Etik

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Kota Jambi
    • Tanjab Timur
    • Tebo
    • Batang Hari
    • Tanjab Barat
    • Muaro Jambi
    • Bungo
    • Kerinci
    • Sarolangun
    • Merangin
  • Nasional
  • Opini
  • Entertaiment
  • Politik
  • Sport
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Advertorial

© 2025 http://fakta.pro By.Group Arm

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In