Jambi, fakta.pro – Sebelum bermasalah hukum yang menimpa Febrie Adriansyah mantan Jampidsus Kejaksaan Agung RI, nama dia menjadi perbincangan di berbagai sudut Provinsi Jambi.
Sepak terjangnya dalam memberantas tindak pidana korupsi membuat masyarakat Indonesia khususnya Provinsi Jambi memberi acungan jempol. Terlebih dimana saat itu masyarakat sudah tidak begitu percaya dengan penegakan hukum di Indonesia.
Febrie memberi cahaya yang mulai memudar. Seantero Indonesia raya memberi dukungan atas pemberantasan koruptor kelas kakap yang kala itu tidak bisa tersentuh.
Namun, tiba-tiba seperti petir menggelegar di siang bolong, Polri melakukan penggeledahan di sejumlah tempat yang diindikasi Febrie menyimpan ratusan miliar rupiah dan emas sebanyak 74 kg.
Berpekan-pekan Febrie menjadi perbincangan dan sorotan. Terpekik masyarakat mengetahui sepak terjangnya dibalik memberantas kasus jumbo korupsi.
“Kagek Alang kepalang bang.Tidak menyangka kok Febrie bisa berbuat kotor seperti itu. Hilang kembali kepercayaan kami ke aparat penegak hukum,’ujar Yanto warga Kabupaten Tanjabtim.
Lanjut dia, namun demikian apa pun itu ketika berbuat yang tidak benar suatu saat akan terbongkar.
“Tuhan tidak tidur. Pasti terbongkar. Ulah Febrie sudah rusak institusi dan nama provinsi Jambi secara tidak langsung,”tandas Yanto.
Topa warga Jambi lainnya begitu menyayangkan perbuatan tercela Febrie.
“Amit-amit prilaku Febrie. Apa sih yang kurang dari dia.Secara materi saya rasa dia tidak kekurangan. Masih saja Febrie kekurangan. Kami berharap Febrie di hukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya,”tegas Topa.(ono)




