fakta.pro – Beberapa tahun kebelakang, media sosial atau medsos dari berbagai platform seperti Facebook, Twitter yang sekarang berganti X, WhatsApp, tiktok sudah begitu marak di tengah masyarakat.
Medsos sekarang sudah menjadi bagian yang tidak terlepas dari kehidupan masyarakat. Apapun itu, semua ada di medsos.
Apakah yang ditampilkan atau tayang di medsos benar atau hoaks terkadang tidak begitu dipedulikan masyarakat. Terkadang yang penting Viral dulu kata mereka. Terlepas benar atau tidaknya berita tersebut.
Sebelum maraknya medsos, media online sempat menjadi acuan bagi masyarakat dalam mencari informasi atau mendapat informasi terkait berita. Ini karena kecepatan media online dalam menyajikan berita-berita teraktual dalam hitungan menit.
Namun, dengan serbuan medsos yang masif, media online sedikit-sedikit mulai ditinggalkan masyarakat.
‘”Di medsos banyak ragam berita, gosip, lifestyle, belanja pokoknya semua ada di medsos. Ada saja yang masuk di beranda handphone kita,”ujar Dewi warga Simpang Kawat Kota Jambi.
Lanjut dia, kalau di media online dirinya harus ngeklik dulu berita atau rubrik yang diinginkan.
“Agak repot bang. Kalau medsos kan tidak. Di medsos kan langsung ada videonya dan ada juga keterangan apa yang sedang di tayangkan. Dan kebanyakan live pula,’,”ucap Dewi.
Dengan serbuan medsos yang begitu beragam, tentunya menjadi tantangan bagi para jurnalis.
“Kita akui. medsos menjadi salah tantangan. Di sini lah para jurnalis harus mengikuti perkembangan teknologi global.Mau tidak mau suka atau tidak suka kita harus mengikuti alur teknologi yang begitu cepat dan pesat,”tutur Mustopa ketua PWI Muaro Jambi beberapa waktu lalu.
Jika lengah, ujarnya, para jurnalis di pastikan tertinggal oleh medsos.
“Banyak dan ujuk-ujuk jurnalis dadakan atau netizen. Entah itu benar atau hoaks yang penting bagi mereka bisa ditayangkan di medsosnya,”imbuh Mustopa.
Apalagi, lanjutnya, medsos bukanlah produk jurnalistik. Jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan ketika berita itu mengarah hak negatif atau hanya untuk menyerang seseorang.
“Tapi ya begitu.Sekarang ini masyarakat lebih dominan percaya sama medsos. Terlebih yang sedang viral.kita meminta masyarakat untuk lebih jeli dan teliti serta cari kebenarannya dalam bermedsos,”pungkas Mustopa.(ono)




